Jl. Meranti, Sicincin, Payakumbuh
sgabusi2020@gmail.com
075293340
Kembali ke Berita
Berita

Payakumbuh, 21 Oktober 2026 — Siswa-siswi SMP Negeri 3 Payakumbuh kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kota Payakumbuh yang dilaksanakan pada Selasa, 20 Oktober 2026. Kegiatan ini berlangsung di dua lokasi, yaitu Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh dan SMP Negeri 8 Payakumbuh.

Festival Tunas Bahasa Ibu merupakan kegiatan yang bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan bahasa daerah, khususnya bahasa Minangkabau, melalui berbagai cabang perlombaan yang melibatkan generasi muda. Pada tahun ini, FTBI mempertandingkan enam kategori lomba, yaitu manulih carito, bacarito, manulih pantun, mambaco pantun, badendang, dan bapidato.

Dalam kegiatan tersebut, SMP Negeri 3 Payakumbuh mengutus siswa-siswi terbaiknya untuk mengikuti setiap kategori lomba. Adapun peserta yang mewakili sekolah adalah Giovano Gean Adhyatsha pada kategori manulih carito, Nafisa Friska Putri pada kategori bacarito, Alisya Oktaviani dan Nayra Febrina pada kategori bapidato, Shaila Dwi Afwani pada kategori badendang, serta Rizkya Sakinah Putri pada kategori manulih dan mambaco pantun.

Para peserta didampingi oleh guru sesuai dengan bidang lomba masing-masing, yaitu Yulia Sisra, S.Pd., sebagai pendamping badendang, Sri Anggraini, S.Pd., sebagai pendamping bapantun, Hilda Indriani, S.Pd., sebagai pendamping manulih carito, Elvi Yasni, S.Pd., sebagai pendamping bacarito, serta Novia Putri Ningsih, S.Pd., sebagai pendamping bapidato. Pendampingan ini merupakan bentuk dukungan sekolah dalam mengembangkan bakat, keterampilan, dan kecintaan peserta didik terhadap bahasa daerah serta budaya Minangkabau.

Hasil yang membanggakan berhasil diraih oleh para peserta SMP Negeri 3 Payakumbuh. Giovano Gean Adhyatsha berhasil meraih Juara I pada kategori manulih carito. Prestasi Juara I juga diraih oleh Nayra Febrina pada kategori bapidato. Sementara itu, Alisya Oktaviani berhasil meraih Juara II pada kategori bapidato, dan Rizkya Sakinah Putri meraih Juara III pada kategori Manulih dan mambaco bapantun.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa siswa-siswi SMP Negeri 3 Payakumbuh memiliki potensi dan kemampuan untuk berprestasi sekaligus berperan aktif dalam menjaga kelestarian bahasa dan budaya daerah. Prestasi ini juga merupakan hasil kerja keras para peserta, bimbingan guru, serta dukungan pihak sekolah dalam mempersiapkan siswa menghadapi perlombaan.

Dengan diraihnya prestasi Juara I, para pemenang berkesempatan mewakili Kota Payakumbuh pada ajang Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat Provinsi Sumatera Barat yang dijadwalkan pada 17 November 2026 mendatang. Kesempatan ini diharapkan menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus berlatih, meningkatkan kemampuan, dan memberikan hasil terbaik pada tingkat provinsi.

Keluarga besar SMP Negeri 3 Payakumbuh menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas pencapaian para peserta. Semoga prestasi ini menjadi penyemangat bagi seluruh siswa untuk terus mengembangkan potensi diri, mencintai bahasa Minangkabau, serta turut melestarikan kekayaan budaya daerah agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.